Bupati Bogor Hj. Nurhayantibersama dengan jajarannya melakukan panen raya padi varietas IPB 3Sbertempat di Gapoktan Cakra Buana Sejahtera, Desa Cikutamahi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (11/7/2017) pagi. [caption id="attachment_394" align="aligncenter" width="619"] Panen Raya Padi[/caption] Pada acara panen raya tersebut, selain Bupati Bogor hadir pula perwakilan dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Komandan Resort Militer 061 Suryakancana, Komandan Lanud Atang Sanjaya, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Para Kepala Perangkat Daerah dilingkungan Pemkab Bogor, Rektor IPB, Camat Cariu, Kepala Desa sekecamatan Cariu, para Penyuluh Pertanian Wilayah Cariu, Petugas Pertanian Kecamatan, Penyelia Mitra Tani, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) danjuga Direksi Agricon Corp. Hj. Nurhayantidalam sambutanya mengatakan sangat mengapresiasi Gapoktan Cakra Buana Sejahtera yang telah berhasil melaksanakan kegiatan pengembangan penangkaran benih padi pada tahun 2017 seluas 15 hektar dan mengembangkan kegiatan upsus pajale hingga dipanen. “Semoga keberhasilan ini mampu memotivasi kelompok tani lainnya untuk lebih gigih berusaha dalam meningkatkan produksi pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan dengan tetap memelihara kebersamaan dan dukungan yang saling menguatkan satu sama lain," ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa swasembada pangan Nasional masih dihadapkan pada berbagai kendala, diantara semakin meningkatnya jumlah penduduk yang berimplikasi pada alih fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi lahan pemukiman dan lemahnya permodalan dan pemasaran serta rendahnya posisi tawar petani dalam mata rantai perdagangan produksi pertanian yang menjadikan produksi pertanian kita yang masih terbatas hanya sebagai pemenuhan kebutuhan pangan keluarga dan menjadi komoditas bisnis. “Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus berupaya mengatasi hambatan hambatan pembangunan pertanian serta meningkatkan kinerja dalam pengguatan ketahanan pangan, tentunya dengan dukungan para petani, penyuluh pertanian dan lembaga pertanian yang berkompeten dan didampingi unsur kodim yang sekarang ini memiliki program penguatan ketahanan pangan secara terpadu,” tambahnya. Dalam rangka mendukung swasembada pangan melalui kegiatan upaya khusus padi, jagung, kedelai (Upsus Pajale), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor berkerjasama dengan Institut Pertanian Bogor berhasil melakukan pengembangan padi varietas IPB 3S yang merupakan padi tipe baru (PTB).   Menurut Rektor IPB sudah delapan varietas padi yang dilepas Dr.Hajrial Aswidinnoor bersama Tim Pemulia Tanaman Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Faperta IPB).   Kedelapan varietas tersebut antara lain IPB 1 R Dadahup, IPB 2 R Bakumpai, IPB Batola 5 R, IPB Batola 6 R, IPB Kapuas 7R, IPB 3S, IPB 4S, dan IPB 8 G.   Padi jenis IPB 3 S ini mempunyai ciri-ciri khas dan keunggulan seperti umur tanaman lebih pendek sekitar 112 hari, batang tanamannya lebih besar serta nampak segar, postur perawakan tubuh yang lebih tinggi daripada varietas padi pada umumnya, tahan terhadap kekeringan, potensi hasil panen sangat tinggi rata-rata 7-10 ton/ha lahan, tahan terhadap penyakit Tungro dan serangan hawar daun bakteri patotipe III, cocok ditanam di berbagai jenis lahan, bentuk gabah agak medium (gemuk), jumlah gabah permalai diatas 300 butir dan tekstur nasi pulen. Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Ir. Siti Nurianty, MM menjelaskan bahwa sasaran tanam padi pada tahun 2017 sebesar 88.643 Ha, produksi padi 546.691 Ton dan tersediannya benih padi unggul bersertifikat sebanyak 825 Ton pada tahun 2017. Lebih lanjut, Nuriantymenyampaikan bahwa tujuan program Upsuspajale yakni menyediakan kebutuhan prasaran dan sarana pertanian berupa air irigasi, benih, pupuk, alsintan dan sarana produksi lainnya dan meningkatkan indeks pertanaman dan prduktivitas pada lahan sawah, lahan tadah hujam, lahan kering, lahan rawa pasang surut dan rawa dan mendukung pencapaian swasembada berkelanjutan padi, jagung dan kedelai. Danrem 061 Suryakancana, Kolonel Infantri Mirza Agus mengatakan, kehadiran TNI dalam menyukseskan peningkatan produktifitas padi di Kabupaten Bogor dilakukan dalam bentuk kegiatan atau pendampingan kepada para petani untuk mengawal produktifitas panen sawah dan pemanfaatan lahan,setiap harinya kami berikan pembekalan mengenai pengetahuan tentang cara bertani dengan menugaskan Babinsa dimasing-masing wilayah salah satunya di Desa Cikutamahi. Ditempat yang sama, Ketua GapoktanCakra Buana Sejahtera, Saepudin mengakui, sangat berterimakasih atas bimbingan serta fasilitasi yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bogor,baik pelatihan maupun beberapa alat seperti traktor, harvester, transplanter, rice milling unit (RMU), tester, hand sprayer, sealer, seed cleaner, troli, pompa air danterpal. “Sangat bermanfaat karena dapat membantu kami memaksimalkan dalam memproduksi dan menghasilkan padi yang berkualitas karena selain mempermudah kita, tentunya kita memiliki wawasan dan pengetahuan dalam melakukan penanaman padi yang baik dan benar," ujarnya. Pria yang akrab disapa “Kang Beling” ini juga menyampaikan rasasyukur dan terimakasihnya atas pembinaan yang selama ini dilakukan oleh Agus Afandi, STP serta Suhendi selaku penyuluh pertanian lapangan dan Heru Ridwansyah, SP sebagai Penyelia Mitra Tani, sehingga Gapoktan Cakra Buana Sejahtera berhasil meraih Juara I pada lomba Gapoktan Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017, mudah-mudahan kita juga bisa meraih Juara I di lomba tingkat Nasional,” tambahnya.(Roby Prayoga).